Telebit Klein2

August 7, 2009

Konsep PC all-in-one sepertinya semakin populer belakangan ini. Setelah bulan lalu kami menguji HP Touchsmart, kini kami kedatangan PC All-in-one dari Telebit yang disebut Klein2—meski keduanya tidak patut dibandingkan. HP Touchsmart harganya Rp 20 juta dan menyasar gaya hidup modern, sedangkan Telebit Klein2 ini cuma US$ 365 sehingga lebih cocok bagi warnet atau kantor yang membutuhkan PC ringkas dengan harga terjangkau.

Sekadar mengingatkan, PC All-in-One adalah sebuah PC yang menempatkan komponen pendukung di belakang monitor. Dengan begitu, PC menjadi satu kesatuan yang ringkas dan irit tempat—sesuai dengan gaya hidup masa kini yang praktis sekaligus hemat tempat. Desain ini menjadi mungkin juga karena komponen yang digunakan adalah komponen untuk notebook, sehingga lebih “dingin” dan dapat dipasang di belakang monitor.

Namun jika PC All-in-One lain berbasis prosesor Intel Mobile, Klein2 ini agak berbeda karena menggunakan prosesor VIA Mobile C7-M. Pemilihan prosesor ini sepertinya untuk mengejar efisiensi di sisi harga, namun konsekuensinya adalah performa yang ditunjukkan PC ini terasa lambat. Ketika kami menguji produk ini, beberapa aplikasi pengujian terpaksa diturunkan standarnya (seperti cuma menggunakan Sysmark 2004 dan bukan Sysmark 2007 seperti biasa) karena PC ini tidak dapat melalui pengujian kelas berat tersebut. Untuk pengujian video encoding pun, Klein2 membutuhkan waktu sampai 1,5 jam, yang berarti selisih lebih dari 1  jam jika dibandingkan nettop HP Compaq CQ2035D yang kami uji bulan lalu.

Namun mengingat PC ini bukan ditujukan untuk aplikasi kelas berat, kami merasa perlu untuk menyajikan pengujian untuk aplikasi sehari-hari. Hasilnya kurang lebih seperti ini: booting ke Windows butuh waktu 32 detik, sementara shutdown sekitar 20 detik. Meski tetap terasa lambat, setidaknya data tersebut menunjukkan Klein2 bisa digunakan untuk aplikasi standar. Kami juga perlu menyebutkan Klein2 sukses melewati burn-in test Sisoft Sandra 2007 selama 12 jam, sehingga stabilitas tidak menjadi masalah di PC ini.

Dari sisi fasilitas, Klien2 tampil standar. Hal yang paling mengecewakan adalah tidak adanya fasilitas WiFi serta perangkat optiknya yang cuma CD-ROM. Untungnya tersedia fasilitas port ethernet, yang dilengkapi port USB 2.0 (6 buah), PS/2 untuk mouse dan keyboard, serta audio in/out. Untuk kemudahan transfer data, disediakan slot kartu memori untuk SD, MMC, dan MS.Layarnya sendiri berukuran 14,1 inci dengan resolusi 1280×800 pixel.

***

Jika terbiasa dengan PC All-in-One yang eksotik, Anda mungkin memandang sebelah mata terhadap Telebit Klien2 ini. Namun penampilan fisik memang bukan jualan utama PC ini. Daya tarik utamanya adalah konsep All-in-One-nya, sehingga bisa lebih hemat tempat. Selain itu, tidak banyak PC plus monitor yang dijual dengan harga cuma US$ 365. Jadi Telebit Klein2 memang dobel hemat: hemat tempat, hemat biaya.  (Wisnu Nugoho)

Plus : Harga murah; bentuk ringkas

Minus: Performa kurang gegas; tidak dilengkapi WiFi; perangkat optik cuma CD-ROM.

Skor Penilaian

Kinerja             : 3

Fasilitas            : 4

Kemudahan      : 4

Harga               : 4,25

Skor Total        : 3,75

Hasil Pengujian

Agak sulit menilai kinerja Telebit Klien2 karena ia tidak mampu melewati pengujian standar kami. Namun untuk sedikit mendapatkan gambaran kinerja Telebit Klien2, kami membandingkan performanya dengan nettop HP Compaq CQ2035D yang berbasis Intel Atom 330. Pada pengujian video encoding, kita bisa melihat perbedaan performa yang sangat signifikan. Namun performanya di audio encoding terlihat sekelas.

Telebit Klien2 HP Compaq CQ2035D
Sysmark 2004 61 N/A
Encoding video 1 jam 27 menit 57 detik 32 menit 11 detik
Encoding audio 13 menit 50 detik 14 menit 7 detik
3DMark 2001 1526 N/A

Spesifikasi Telebit NetPC PA401

Prosesor VIA Mobile C7-M 1,86GHz
RAM DDR2-533MHz, 512MB
Chipset VIA CN700
Kartu Grafis VIA S3G Unichrome Pro IGP 64MB
Kartu suara Realtek ALC655
Harddisk Samsung IDE, 60 GB, 5400 rpm
Optical drive CD-ROM 24X
Fasilitas USB 2.0 4 buah, slot kartu memori (SD, MMC, MS), Audio I/O
Layar 14,1 inci, 1280×800 pixel
Sistem Operasi Tidak ada
Dimensi 37x31x17,5 cm
Bobot 6 kg
Garansi 1 tahun
Situs Web www.nucleom.com
Harga kisaran* US$ 365

Quantel X10

August 1, 2009

Mungkin banyak yang belum mengenal nama netbook Quantel meskipun pabrikan asal Taiwan ini merupakan pemasok komputer mobile ternama. Sebabnya boleh jadi karena Quantel kurang cepat merasuki konsumen Indonesia yang seringkali lebih percaya pada merek yang pertama masuk atau sudah lama mereka kenal. Meskipun demikian, Quantel yang baru diperkenalkan di Indonesia tahun 2007 lalu sebenarnya bukan merek “karbitan” karena di luar negeri namanya sudah cukup berkibar. Quantel sendiri berani menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang cukup miring dibandingkan kompetitornya melalui seri Quantel X10 ini.

Sebelumnya Quantel hanya menghadirkan netbook dengan prosesor AMD LX800. Namun, kini model dengan CPU Intel Atom juga hadir meramaikan pasar komputer jinjing. Seri X10 merupakan varian dengan prosesor Atom N270 seperti netbook umumnya. Namun di seri ini, Quantel menghadirkannya dengan ciri fisik yang menarik. Salah satunya dengan menawarkan pilihan warna cover hitam glossy, hijau apel, dan kuning metalik yang memikat mata. Susunan keyboard pun, meskipun tergolong kecil, terlihat informatif dengan pembedaan warna pada fitur Function (Fn). Kesemua tombol ini sangat nyaman ditekan (termasuk juga touchpad-nya yang berukuran kurang dari 6 cm). Satu hal yang kami sukai adalah disediakannya deretan shortcut multimedia yang jarang disertakan pada netbook lain.

Kalau Anda membandingkan X10 dengan merek lain, mungkin Anda sedikit kecewa karena netbook berlayar 10,2” ini hanya dilengkapi harddisk berkapasitas 80 GB, berbeda dengan kompetitornya yang telah membundel netbook dengan kapasitas 160 GB. Karena itu bisa dikatakan bahwa Quantel “agak telat” mengantisipasi tren pasar.  Namun, mereka dalam waktu dekat dikabarkan telah menyiapkan netbook dengan kapasitas simpan yang lebih besar. Lagi pula, mereka mengklaim bahwa harga produknya tetap akan kompetitif dibandingkan pesaing lainnya. Sementara dari sisi fitur sendiri, kami anggap bahwa X10 tetap serupa dengan netbook umumnya. Hanya saja,  ketersediaan slot Express Card menjadi nilai lebih bagi pengguna yang gemar menambah fasilitas pada netbooknya.

Untuk dipakai dalam aktivitas sehari-hari, netbook berbobot 1,3 kg ini sudah cukup sesuai khususnya dalam aktivitas perkantoran, komputasi ringan, dan Internet. Dengan baterai Li-ion berkapasitas 4000mAh, Quantel X10 mampu bertahan hingga sekitar 3 jam untuk pemakaian normal. Konsumsi daya bahkan akan bisa lebih dihemat dengan cara menurunkan tingkat kecerahan (brightness) layar. Kalau Anda ingin mengakses Internet via jaringan selular 3G, port USB maupun slot Express Card sudah tersedia. Slot ekspansi Express Card ini juga bisa dipakai untuk koneksi lain seperti eSATA ataupun FireWire.

***

Mengingat kinerjanya yang mirip, para vendor netbook lebih mengedepankan faktor fasilitas dan desain dalam netbook yang mereka hasilkan, selain juga menawarkan harga jual yang beragam. Jajaran produk Quantel sendiri rata-rata dijual dengan harga yang sangat kompetitif. Namun demikian, Quantel tampaknya tetap perlu melakukan strategi pemasaran yang agresif untuk mampu menembus pasar netbook yang tampaknya akan semakin membesar di kemudian hari. (Deny Prasetyo)

Plus : Desain menarik; keyboard intuitif; shortcut player multimedia; slot Express Card; harga jual kompetitif.

Minus: Kapasitas harddisk kecil; tanpa Bluetooth.

Skor Penilaian

Kinerja             :  4,5

Fasilitas            :  3,5

Penggunaan      :  4,1

Harga               :  4,2

Skor Total        :  4,06

Hasil Pengujian

Kami coba tandingkan Quantel X10 dengan Elevo Mantis dengan spesifikasi serupa. Hasilnya, Quantel X10 unggul tipis dengan perbedaan olah data hingga 1 menit lebih cepat (lihat tabel). Selisih ini memang kurang signifikan. Namun, Quantel X10 yang dibekali baterai 6 sel memiliki daya tahan lebih lama saat melakukan encoding. Untuk pemakaian normal sendiri, perangkat ini bisa bertahan sekitar 3 jam.

Pengujian

Elevo Cocoon Mantis A10116

Quantel X10

Cinebench R10 18 menit 30 menit 17 menit 23 menit
Encoding video 57 menit 5 detik 56 menit 45 detik
Encoding audio 15 menit 47 detik 14 menit 40 detik
3DMark 2006 - -

Daya tahan baterai

Memutar HD Video 1 jam 46 menit 26 detik 2 jam 15 menit 16 detik
Battery Eater 1 jam 34 menit 47 detik 2 jam 11 menit 33 detik

Spesifikasi Quantel X10

Prosesor Intel Atom N270

(1,6GHz, 512MB cache, FSB 533MHz)

RAM 1GB, DDR2 533MHz
Chipset Intel i945GME
Kartu Grafis GMA 950
Harddisk 80 GB
Optical drive Tidak ada
Fasilitas WiFi b/g, LAN, card reader (4-in-1), USB (3), webcam 1,3MP, VGA-out.
Layar 10,2 inci, resolusi 1024×600 pixel
Kartu suara Realtek HD audio (ALC662G)
Sistem Operasi Linux Linpus
Baterai Li-ion 4000mAh
Dimensi 26,6×18,6x(3,3-3,6) cm
Bobot 1,33kg
Garansi 1 tahun
Situs Web www.quantel.co.id
Harga kisaran* Rp 4.190.000

Elevo Cocoon Mantis A10116

July 28, 2009

Nama produk ini mengingatkan kita pada sebuah merek yang telah popular, Elevo. Sebenarnya netbook yang satu ini merupakan produk lokal yang didesain di Singapura dan mulai diperkenalkan saat pameran Mega Bazaar 2009 lalu. Karena merupakan barang yang benar-benar baru, baik dari sisi produk maupun merek, Elevo seri Cocoon Mantis ini membutuhkan sesuatu yang bisa membuat konsumen terpikat. Faktor desain pun diperkuat agar Mantis tampil beda di antara para kompetitornya. Sebagus apakah itu?

Menilik fisiknya, netbook Mantis tampil sedikit berbeda dengan sudut sisi depan yang melancip sehingga memudahkan pengguna saat membuka cover-nya. Cover-nya yang didesain hitam metalik memang cukup menarik. Daya tariknya ditambah lagi dengan logo produk yang terpampang pada bodinya menggunakan sistem ILM (in-line moulding), bukan menggunakan sistem sablon seperti netbook OEM umumnya. Engsel pembuka cover sendiri juga terlihat kuat agar strukturnya bisa dibuka-tutup berkali-kali.

Sebagai netbook berprosesor Intel Atom dan berlayar 10,1 inci, mungkin spesifikasi Mantis ini tidak banyak berbeda dengan netbook lainnya. Karena itulah, vendornya menambahkan beberapa fitur agar Mantis terlihat lebih lengkap. Salah satunya dengan menghadirkan pilihan besaran RAM pada kartu grafis (VGA share – 64/128/224MB) sesuai kebutuhan. Fungsi Bluetooth juga dimunculkan meski dalam bentuk dongle mini (USB) tambahan. Kedua fasilitas ini agaknya membuat Mantis tampil lebih atraktif. Bahkan, pilihan dengan modem 3G pun sudah disiapkan.

Pengguna yang terbiasa memakai notebook, boleh jadi akan menyukai segi ergonomis Mantis. Tombol keyboard besar yang dipadu dengan touchpad lebar memang nyaman untuk jari tangan meskipun tombol keyboard-nya tergolong keras. Selain harga jual, faktor kenyamanan jelas menjadi pertimbangan kuat konsumen memilih netbook yang rata-rata memiliki spesifikasi yang serupa. Mantis sendiri dilengkapi memori 1 GB, harddisk 160 GB, serta ditenagai sistem operasi Linux. Produk ini bisa dimiliki pengguna dengan harga sekitar Rp4,9 juta. Harga ini menurut kami belum kompetitif dibandingkan pesaing lokal lainnya.

***

Untuk mereka yang baru pertama kali memakai netbook, mungkin akan sulit membedakan tingkat kenyamanan netbook satu dan lainnya. Dalam hal ini, Mantis memiliki kelebihan dengan papan ketik yang besar. Sebagai bentuk layanan kepada konsumennya, Elevo menyediakan layanan QRU (Quick Response Unit). Layanan ini memungkinkan setiap pembeli Elevo bisa menyampaikan masalah yang mereka hadapi dan pihak distributor akan menanggapinya dengan cepat. Kepedulian pada konsumen seperti ini setidaknya merupakan nilai tambah terhadap merek yang baru lahir. (Deny Prasetyo)

Plus : Desain menarik; keyboard besar; bobot ringan; pilihan memori VGA; Bluetooth eksternal.

Minus: Daya tahan baterai; tuts kurang nyaman.

Skor Penilaian

Kinerja             :  4

Fasilitas            :  4,1

Penggunaan      :  4,1

Harga               :  3,75

Skor Total        :  4

Hasil Pengujian

Kinerja rata-rata netbook dengan prosesor Intel Atom N270 memang masih serupa, tidak ada perbedaan signifikan yang kami temui jika membandingkan Joybook Lite U101 dengan Cocoon Mantis A10116 yang memiliki spesifikasi serupa. Olah grafis chip 945/950 memang masih mengenaskan namun pada netbook hal ini memang masih dimaklumi. Satu kekurangan penting muncul pada daya tahan baterai Mantis yang hanya 2200mAh, cukup singkat untuk memenuhi komputasi mobile.

Pengujian

BenQ Joybook Lite U101

Elevo Cocoon Mantis A10116

Cinebench R10 17 menit 56 detik 18 menit 30 menit
Encoding video 57 menit 24 detik 57 menit 5 detik
Encoding audio 15 menit 55 detik 15 menit 47 detik
3DMark 2006 - -

Daya tahan baterai

Memutar HD Video 1 jam 51 menit 58 detik 1 jam 46 menit 26 detik
Battery Eater 1 jam 50 menit 30 detik 1 jam 34 menit 47 detik

Spesifikasi Elevo Cocoon Mantis A10116

Prosesor Intel Atom N270

(1,6GHz, 512MB cache, FSB 533MHz)

RAM 1GB, DDR2 533MHz
Chipset Intel i945GME
Kartu Grafis GMA 950 64-224MB
Harddisk 160GB SATA
Optical drive Tidak ada
Fasilitas WiFi b/g, LAN, card reader (4-in-1), USB (3), webcam 1,3MP, VGA-out.
Layar 10,1 inci, resolusi 1024×600 pixel
Kartu suara Realtek HD audio
Sistem Operasi Linux Ubuntu
Baterai Li-ion 2200mAh
Dimensi 26,6×18,6x(3,3-3,6) cm
Bobot 1,24kg
Garansi 1 tahun
Situs Web www.elevo.co.id
Harga kisaran* Rp 4.890.000

Acer Notebook No.3 Worldwide

July 14, 2009



ImageBerdasarkan data statistik penjualan notebook International Data Corporation (IDC), perusahaan penyedia data statistik yang berpusat di Massachusetts, USA, Acer berhasil meraih market share ketiga terbesar di dunia. Data ini diperoleh berdasarkan persentase total penjualan terhadap angka penjualan beberapa vendor notebook dunia seperti HP, Dell, Lenovo, dan Toshiba sepanjang tahun 2008. Kesuksesan netbook Acer Aspire One dan strategi pricing yang agresif tampaknya membuahkan hasil yang berarti bagi pertumbuhan market share Acer di pasar notebook dunia.

Acer berhasil menjual lebih dari 32 juta unit notebook sepanjang tahun 2008 dengan market share 10,9% (naik 53,3% dari tahun sebelumnya). Sementara HP tetap berada pada posisi teratas dengan menguasai 19,2% melalui angka penjualan sejumlah lebih dari 56 juta unit. Di posisi kedua diisi oleh Dell dengan 15% market share hasil penjualan lebih dari 44 juta unit notebook.

Image

Untuk pasar Indonesia sendiri tampaknya Acer masih memiliki peluang besar untuk menambah market share melalui Aspire One dan Timeline yang ditawarkan dengan harga terjangkau, desain yang tipis dan modern serta performa yang baik.

Netbook NVIDIA ION dari Point of View

July 7, 2009


Setelah sekian banyak netbook dari berbagai produsen yang datang dan pergi dari lab CHIP, kali ini CHIP kedatangan netbook dari produsen Point of View. Perusahaan ini memang dikenal sebagai salah satu produsen graphics card, tetapi produsen ini juga merilis netbook mereka di bawah seri Mobii. Point of View mengirimkan netbook ke lab CHIP yang menggunakan platform NVIDIA ION. Inilah netbook dengan platform NVIDIA ION yang pertama kali datang ke lab CHIP.

Image

Spesifikasi yang diusung netbook ini adalah, prosessor Intel Atom N230 @1,6 GHz, RAM 1 GB, dan prosessor grafis NVIDIA ION. Prosessor grafis NVIDIA ION sendiri merupakan graphics card NVIDIA 9400M. Untuk ukuran memori graphics card terdapat dua pilihan, 256 MB dan 512 MB yang dapat diatur pada BIOS. Sedangkan layar LCD netbook ini berukuran 10,2 inch.

Image
Image

CHIP menyempatkan mencoba kemampuan graphics card netbook ini dengan memainkan salah satu game yaitu Command & Conquer Red Alert 3 Uprising. Netbook dari Point of View ini ternyata dapat memainkan game tersebut dengan lancar walaupun hanya menggunakan setting kualitas low. CHIP mendapat fps pada kisaran 30 fps saat memainkan game ini.

Image

Inspiron Mini 10v, Netbook mungil untuk Segala Usia

July 1, 2009
[Gambar 1. Varian Dell Inspiron Mini 10v]

Dell meluncurkan netbook terbarunya dengan title Mini 10v, masih termasuk dalam family Inspiron. Netbook Inspiron Mini 10v ini memiliki desain yang ringan, dapat dipergunakan untuk membantu anak-anak, remaja, blogger dan traveler. Hadir dalam 7 warna stylish, Mini 10v ini didesain untuk kemudahan dan akses Internet yang cepat bagi style personal. Style netbook Mini 10v termasuk warna matte hitam, dan keyboard berukuran besar hampir 100 persen.

[Gambar 2. Dell Inspiron Mini 10v]

Netbook Inspiron Mini 10v ini dilengkapi dengan 2 konektor USB, satu Kensington lock, 3-in-1 memory card, dan power jack di sebelah kiri, port VGA, socket Ethernet 10/100Mb/s, 3 port USB, dan 3.5 mm audio jack di sebelah kanan. Di atas layar terdapat webcam 1.3 MP dan microphone, sementara lampu power ada di depan keyboard. Dengan baterai 3 cell 24Wh, netbook ini memiliki bobot 1.14kg sehingga membuatnya tampak gemuk, dan berukuran dimensi 261 x 182 x 26.8-28.3mm, yang membuatnya hampir sama dengan netbook Acer Aspire One D250.

[Gambar 3. Dell Inspiron Mini 10v All Varians]

Spesifikasi utama netbook Dell Inspiron Mini 10v :

  • Harga perkiraan : $299
  • Tipe : Netbook
  • System operasi : Microsoft Windows XP Home
  • Processor : Intel Atom N270
  • Processor : 1.6 GHz
  • RAM: 1 GB
  • Bobot : 2.5 lb
  • Ukuran display : 10.1 inch, tipe standard
  • Graphics Card: Intel Graphics Media
  • Accelerator 945 GM
  • Kapasitas harddisk : 160 GB
  • Pilihan koneksi : Wi-Fi 802.11g

Netbook Baru dari Acer

June 30, 2009

Aura persaingan sub notebook (netbook) sekarang ini kian terasa saja, apalagi dengan hadirnya berbagai seri netbook karya vendor-vendor notebook ternama. Rasanya hampir semua pabrikan yang berkecimpung dalam bisnis notebook juga ambil bagian dalam tren sub notebook. Demikian halnya dengan langkah yang diambil Acer, pabrikan notebook yang bercokol di Taiwan ini tidak mau kalah dengan para pesaingnya. Ini dibuktikan Acer dengan merilis Aspire One. Layar seluas 8,9 inci rasanya sudah menjadi peraturan umum bagi hampir seluruh netbook. Selain itu Aspire One diperkuat dengan prosesor Intel Atom N270 berkecepatan 1,6 GHz dan memori DDR2 SDRAM berkapasitas 512 MB. Acer menyediakan dua pilihan sistem operasi, yaitu Windows XP dan Linux. Aturannya, jika menggunakan XP, maka media simpan yang digunakan adalah harddisk 80 GB. Sedangkan jika menggunakan Linux, maka media simpan yang kompatibel adalah SSD 8 GB. Aspire One dilengkapi dengan fasilitas Ethernet, 802.11 b/g, tiga colokan USB 2.0 dan tidak ketinggalan VGA untuk menampilkan gambar kualitas baik. Sayangnya seri kartu grafis yang digunakan tidak dijelaskan secara spesifik. Netbook besutan Acer ini dapat diperoleh dengan warna-warna yang cantik, seperti hitam, merah dan merah muda. Namun untuk saat ini hanya tersedia dua warna saja, putih dan biru. Piranti berbobot sekitar 1 kg tersebut bakal dilego dengan kisaran $600.

One T: Netbook Baru dari Elonex

June 27, 2009

Nama Elonex memang jarang terdengar, namun bukan berarti pabrikan asal Inggris ini langsung tenggelam begitu saja. Setelah istirahat yang lumayan lama dari pasaran, kini nama Elonex kembali berdengung dengan membawa nama One T, notebook anyarnya. One T datang dengan prosesor 400MHz dan layar seluas 7 inci yang memiliki resolusi 800 x 480 pixel. Elonex hadir dengan warna-warna yang bervariasi. Didukung dengan Solid State Drive/Disk sebesar 1GB dan ditambah pula dengan slot memori eksternal SD. One T juga telah mendukung feature WiFi/g, VGA output dan tiga buah colokan USB 2.0. Namun pemakai juga diberi pilihan dengan versi One T yang memiliki media simpan lebih besar, 2GB. Netbook yang berdimensi 210 x 140 x 30mm dan bobot 625 gram ini, memiliki kekuatan digeber sekitar 3 jam. Sayangnya belum diketahui kapan One T segera meluncur, namun pastinya produk ini akan melenggang untuk pertama kalinya di negara asalnya dan dibandrol sekitar $255, lebih murah dari Eee PC.

Jointech JL7100: Netbook 1 Jutaan

June 24, 2009

Kabar gembira untuk Anda yang sedang memburu netbook dengan harga super miring. Kini netbook dengan harga di bawah 1 juta siap beredar ke pasaran. Jointech JL7100 dirancang hampir menyerupai Asus Eee PC, utamanya dalam segi ukuran. Jointech mematok JL7100 dengan pada kisaran $99, harga yang terbilang murah jika dibandingkan dengan produk netbook lainnya. Pada JL7100 dibenamkan sistem operasi WinCE 5.0. Spesifikasi yang dapat Anda jumpai pada JL7100 diantaranya layar 7” yang dipadu dengan resolusi 800 x 480. JL7100 mengandalkan chipset besutan Samsung, memori 64 MB, VGA output dan tiga buah colokan USB. Jika menilik pada komponen yang mendukung JL7100, terlihat kalau netbook ini masih tergolong standar. Nah, ada yang berminat?

Asus Eee PC 1000HE, Sabet Netbook Madness

June 21, 2009

Eee PC 1000HE kembali mengukuhkan dirinya sebagai perangkat Internet ultra mobile pilihan konsumen. Daya tahan batere yang mengagumkan dan nilai keseluruhan yang ditawarkan Eee PC 1000HE telah memukau komunitas online LAPTOP Magazine untuk memilihnya sebagai pemenang kompetisi ‘Netbook Madness’. Kemenangan ini tentunya semakin mengukuhkan Eee PC 1000HE sebagai perangkat Internet ultra-mobile terbaik di dunia saat ini.

Netbook besutan Asus ini mengusung daya tahan batere hingga 9,5 jam. Keunggulan tersebut juga tak lepas dari tiga faktor utama, yaitu: fitur eksklusif Super Hybrid Engine (SHE), prosesor Intel Atom dan displai layar LED-backlit. Fitur SHE memungkinkan pengguna membuat penyesuaian konsumsi daya yang sesuai dengan tugas-tugas yang akan dikerjakan, hasilnya reduksi konsumsi daya hingga 15% dapat dicapai. Begitu pula tampilan displai WSVGA LED-backlit 10-inci juga mampu memberikan tampilan yang jernih, cerah dan nyaman dilihat bagi foto maupun film, sama baiknya ketika menjelajahi internet.

Dalam kompetisi ‘Netbook Madness’ LAPTOP Magazine melihat Eee PC 1000HE berjuang untuk gelar juara menggilas 16 perangkat Internet ultra-mobile lainnya yang ratingnya juga tak kalah tinggi. Asus Eee PC 1000HE merupakan salah satu dari tiga perangkat Internet ultra-mobile Asus yang masuk ke jajaran empat finalis.

Kesuskesan Eee PC 1000HE pada turnamen ‘Netbook Madness’ mengukuhkan popularitasnya di antara konsumen. Reputasinya yang terus berkembang juga telah mengumpulkan banyak pujian dari media dunia.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.